Istilah gestun atau gesek tunai semakin sering terdengar di masyarakat, terutama di kalangan pengguna kartu kredit. Banyak orang memanfaatkan gestun sebagai cara cepat untuk mendapatkan uang tunai dari limit kartu kredit tanpa melalui proses penarikan resmi di ATM. Meski terlihat praktis, praktik ini sebenarnya memiliki banyak risiko yang perlu dipahami sebelum seseorang memutuskan untuk menggunakannya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai apa itu gestun, bagaimana cara kerjanya, risiko yang mungkin terjadi, serta alternatif yang lebih aman dalam memanfaatkan kartu kredit.
Apa Itu Gestun?
Gestun merupakan singkatan dari gesek tunai. Istilah ini merujuk pada praktik mencairkan limit kartu kredit menjadi uang tunai melalui transaksi fiktif di mesin EDC milik merchant. Dalam praktiknya, pemilik kartu kredit seolah-olah melakukan pembelian barang di toko, padahal transaksi tersebut hanya formalitas untuk mencairkan uang.
Setelah transaksi dilakukan, pemilik kartu kredit akan menerima uang tunai dari pihak penyedia jasa gestun setelah dipotong biaya administrasi tertentu. Biaya ini biasanya berkisar antara 2% hingga 10% dari jumlah transaksi.
Saat ini, banyak layanan yang menawarkan jasa gestun secara online maupun offline. Beberapa bahkan mempromosikan layanan mereka melalui internet seperti pada halaman layanan gestun terpercaya, yang menawarkan pencairan limit kartu kredit dengan proses cepat.
Bagaimana Cara Kerja Gestun?
Secara umum, proses gestun cukup sederhana. Berikut gambaran cara kerjanya:
1. Pemilik Kartu Menghubungi Penyedia Jasa
Pemilik kartu kredit biasanya mencari penyedia jasa gestun melalui internet, media sosial, atau rekomendasi dari orang lain. Setelah itu, mereka akan menentukan jumlah limit yang ingin dicairkan.
2. Transaksi Melalui Mesin EDC
Penyedia jasa akan memproses transaksi menggunakan mesin EDC seolah-olah terjadi pembelian barang atau jasa. Nilai transaksi sesuai dengan jumlah uang yang ingin dicairkan.
3. Pemotongan Biaya Administrasi
Setelah transaksi berhasil, penyedia jasa akan memotong biaya administrasi atau fee sebagai keuntungan mereka.
4. Uang Tunai Diberikan kepada Pemilik Kartu
Sisa uang setelah dipotong biaya akan diberikan kepada pemilik kartu secara tunai atau melalui transfer bank.
Apakah Gestun Legal?
Meskipun banyak dilakukan, praktik gestun sebenarnya berada di area abu-abu dan sering dianggap melanggar ketentuan bank penerbit kartu kredit. Bank biasanya hanya memperbolehkan penarikan tunai melalui fasilitas resmi seperti ATM atau cash advance.
Transaksi fiktif yang dilakukan dalam gestun dapat dianggap sebagai penyalahgunaan kartu kredit. Jika terdeteksi oleh bank, kartu kredit pengguna bisa diblokir, bahkan merchant yang terlibat juga dapat dikenakan sanksi.
Risiko Menggunakan Gestun
Sebelum menggunakan layanan gestun, penting untuk memahami berbagai risiko yang mungkin terjadi.
1. Biaya yang Tinggi
Biaya gestun sering kali lebih tinggi dibandingkan biaya tarik tunai resmi dari bank. Hal ini membuat total utang kartu kredit menjadi lebih besar.
2. Risiko Penipuan
Tidak semua penyedia jasa gestun dapat dipercaya. Ada kemungkinan pengguna menjadi korban penipuan dan tidak menerima uang setelah transaksi dilakukan.
3. Pemblokiran Kartu Kredit
Jika bank mendeteksi transaksi yang mencurigakan atau tidak wajar, kartu kredit bisa diblokir secara sepihak.
4. Masalah Hukum dan Administratif
Beberapa kasus gestun bahkan dapat berujung pada masalah hukum jika dianggap sebagai bentuk penyalahgunaan sistem pembayaran.
Alternatif Aman Selain Gestun
Jika Anda membutuhkan dana tunai secara cepat, ada beberapa alternatif yang lebih aman dibandingkan menggunakan gestun.
1. Tarik Tunai Resmi Kartu Kredit
Bank biasanya menyediakan fasilitas cash advance melalui ATM. Meski ada biaya tambahan, metode ini jauh lebih aman dan legal.
2. Pinjaman Online Resmi
Pilih layanan pinjaman online yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pastikan membaca syarat dan bunga pinjaman sebelum mengajukan.
3. Pinjaman Bank atau KTA
Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari bank bisa menjadi solusi jika membutuhkan dana lebih besar dengan cicilan yang jelas.
4. Manajemen Keuangan yang Lebih Baik
Mengatur keuangan dengan baik dapat membantu menghindari kebutuhan dana darurat ya